::
Start
Windows 8 SM Versi 3
Shutdown

Navbar3

Search This Blog

welcome

Senin, 21 Januari 2013

Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik

Setelah penyusunan laporan keuangan dan pembuatan jurnal penutup untuk rekening-rekening nominal dan dibukukan ke dalam buku besar, maka akan didapatkan hasil di mana untuk rekening-rekening nominal sekarang bersaldo nol. Sedangkan yang tersisa adalah saldo-saldo rekening riil. Saldo-saldo akhir dari rekening riil tersebut kemudian dilaporkan dalam neraca saldo setelah penutupan buku. Jadi perlu diingat bahwa dalam neraca saldo setelah penutupan buku hanya terdiri dari rekening-rekening riil saja, yaitu aktiva, utang, dan modal. Dan saldo dari rekening-rekening riil ini akan menjadi saldo awal untuk periode berikutnya.


Pada awal tahun berikutnya, perusahaan merasa perlu untuk melakukan penyesuaian kembali terhadap beberapa rekening yang telah disesuaikan pada akhir tahun lalu. Jurnal yang dibuat disebut jurnal pembalik. Jurnal pembalik adalah jurnal yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian yang telah dilakukan pada akhir tahun lalu. Adapun tujuan dari dibuatnya jurnal pembalik ini adalah untuk menyederhanakan proses pembuatan jurnal yang bersangkutan pada tahun berikutnya.

Pembuatan jurnal pembalik bukanlah suatu keharusan. Jurnal pembalik digunakan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kekeliruan atau kesalahan pencatatan pada saat melakukan penjurnalan pada tahun berikutnya.

Tidak semua rekening dalam jurnal penyesuaian memerlukan pembuatan jurnal pembalik. Berikut ini adalah rekening-rekening yang memerlukan pembuatan jurnal pembalik, yaitu:
  1. Beban yang masih harus dibayar.
  2. Pendapatan yang masih harus diterima.
  3. Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban.
  4. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan.
Read More --►

Proses Penyesuaian

Apabila kita amati rekening-rekening yang tercantum dalam neraca saldo maka akan kita jumpai bahwa kebanyakan rekening dapat dikutip langsung dari neraca saldo ke dalam laporan keuangan tanpa memerlukan perubahan (penyesuaian). Namun beberapa rekening yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu. Tujuan dari proses penyesuaian adalah:
  1. Agar setiap rekening riil khususnya rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
  2. Agar setiap rekening nominal (rekening-rekening pendapatan dan rekening-rekening biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

    Proses Penyesuaian
Saldo-saldo di dalam neraca saldo biasanya memerlukan penyesuaian untuk mengakui hal-hal sebagai berikut:
  1. Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
  2. Utang biaya, yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
  3. Pendapatan diterima di muka, yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
  4. Biaya dibayar di muka, yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.
  5. Kerugian piutang, yaitu kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak bisa ditagih.
  6. Depresiasi (penyusutan), yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
  7. Biaya pemakaian perlengkapan, yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.
Read More --►

Tujuan Pembuatan Neraca Lajur

Neraca lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom (berlajur-lajur) yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara yang sistematis. Neraca lajur merupakan kertas kerja yang digunakan sebagai alat pembantu dalam menyusun laporan-laporan keuangan. Neraca lajur tidak merupakan bagian dari catatan-catatan akuntansi yang formal sehingga tidak dapat menggantikan kedudukan catatan-catatan akuntansi atau laporan keuangan. Neraca lajur juga bukan laporan keuangan sehingga tidak perlu diberikan kepada pihak luar perusahaan. Neraca lajur semata-mata hanya sebagai alat pembantu untuk menyusun laporan keuangan.

Tujuan Pembuatan Neraca Lajur Neraca lajur sangat bermanfaat untuk memeriksa data yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan bahwa prosedur-prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari pembuatan neraca lajur adalah:
  • Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
  • Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
  • Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Read More --►

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet)

Neraca lajur atau kertas kerja (worksheet) adalah daftar kolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan-laporan keuangan. Neraca lajur ini memungkinkan disusunnya laporan-laporan keuangan jangka panjang maupun laporan keuangan interim (bulanan, kwartalan) tanpa perlu membuat jurnal penyesuaian yang formal.

Jumlah kolom dalam neraca lajur dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk usaha jasa dan usaha-usaha dagang biasanya dibuat neraca lajur sepuluh kolom: masing-masing satu pasang kolom debet dan kredit. Kolom (1) untuk neraca saldo, kolom (2) untuk penyesuaian, kolom (3) untuk neraca saldo setelah disesuaikan, kolom (4) untuk rugi laba, dan kolom (5) untuk neraca.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat bentuk neraca lajur sepuluh kolom sebagai berikut:

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet) Keterangan:
  • Kolom rekening diisi nama-nama rekening yang ada dalam buku besar.
  • Kolom neraca saldo berisi saldo masing-masing rekening dari buku besar, jika bersaldo debet maka diletakkan di kolom debet (D) dan jika bersaldo kredit maka diletakkan di kolom kredit (K). Perlu diperhatikan bahwa jumlah kolom debet dan kredit harus sama.
  • Kolom penyesuaian diisi dengan jumlah penyesuaian yang ada, mungkin di sebelah debet, mungkin juga di sebelah kredit, perlu diperhatikan juga bahwa jumlah debet dan kredit harus sama.
  • Kolom neraca saldo disesuaikan berisi jumlah-jumlah yang berasal dari kolom neraca saldo ditambah atau dikurangi dengan jumlah-jumlah dalam kolom penyesuaian. Perlu diperhatikan juga bahwa jumlah debet dan kredit dalam kolom ini harus sama.
  • Kolom rugi laba diisi dengan jumlah semua rekening nominal yang berasal dari neraca saldo disesuaikan. Selisih antara jumlah debet dan kredit merupakan laba atau rugi untuk periode yang bersangkutan. Apabila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debet, maka selisihnya adalah laba. Sebaliknya apabila jumlah debet lebih besar daripada jumlah kredit, maka selisihnya adalah rugi.
  • Kolom neraca berisi semua jumlah rekening riel yang berasal dari neraca saldo disesuaikan. Selisih jumlah debet dan kredit harus sama dengan selisih dalam kolom rugi laba. Apabila kolom rugi laba jumlah kreditnya lebih besar dari kolom debet maka dalam kolom neraca jumlah kolom debet akan lebih besar daripada jumlah kolom kredit. Sebaliknya, apabila kolom rugi laba jumlah debetnya lebih besar dari kolom kredit maka dalam kolom neraca jumlah kolom kredit akan lebih besar daripada jumlah kolom debet.
Untuk perusahaan manufaktur, neraca lajurnya sedikit berbeda karena adanya kolom biaya produksi yang dipakai untuk menunjukkan semua jumlah yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok produksi. Salah satu bentuk neraca lajur untuk perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

Neraca Lajur atau Kertas Kerja (Worksheet) 1 Kolom biaya produksi diisi dengan jumlah rekening-rekening yang berhubungan dengan produksi, selisih antara kolom debet dan kredit merupakan harga pokok produksi untuk periode tersebut dan dipindahkan ke kolom rugi laba.

Penyesuaian-penyesuaian dalam kolom penyesuaian yang mendebet atau mengkredit rekening harga pokok penjualan (yaitu untuk mencatat persediaan akhir barang jadi dan menutup persediaan awal barang jadi) akan ditunjukkan dalam kolom rugi laba baik debet maupun kreditnya (tidak hanya selisih jumlah debet dan kredit). Hal ini dilakukan agar kolom rugi laba dapat menunjukkan semua data yang diperlukan untuk menyusun laporan harga pokok penjualan.

Setelah neraca lajur selesai dibuat, maka dapat dibuat laporan-laporan keuangan yang datanya diambilkan dari kolom rugi laba untuk menyusun laporan rugi laba dan dari kolom neraca untuk menyusun laporan neraca. Demikian, semoga dapat dipahami.
Read More --►

Penyusunan Laaporan Keuangan dari neraca saldo

Salah satu tujuan dari pembuatan neraca lajur adalah untuk mempermudah penyusunan laporan-laporan keuangan. Dengan telah selesainya pengerjaan neraca lajur maka penyusunan laporan-laporan keuangan akan menjadi mudah karena semua informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba (atau laporan laba rugi) sudah tersedia. Laporan rugi laba disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam kolom rugi laba, sedangkan neraca disusun dari data yang tercantum dalam kolom neraca pada neraca lajur.

Berdasarkan data neraca lajur pada artikel Proses Penyusunan Neraca Lajur yang telah lalu, maka dapat dibuat laporan-laporan keuangan sebagai berikut:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 3 Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 4 1. Menyusun Laporan Rugi Laba:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 2. Menyusun Laporan Perubahan Modal:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 1 3. Menyusun Neraca:

Penyusunan Laporan Keuangan dari Neraca Lajur 2 Dari penyusunan laporan keuangan diatas kita dapat mengetahui FOTO STUDIO JELITA pada periode akuntansi 2010 mendapatkan laba bersih sebesar Rp 182.474,00. Ini merupakan indikasi bahwa kinerja FOTO STUDIO JELITA mengalami peningkatan pada periode tersebut.
Read More --►

Latihan Soal Laporan Keuangan

Perusahaan Jasa Merapi pada tanggal 30 juni 2011 memiliki neraca saldo setelah disesuaikan sebagai berikut:

Latihan Soal Laporan Keuangan Diminta:
1. Susunlah laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan neraca!
2. Catatlah jurnal penyesuaian tersebut!

Penyelesaian:
1. Membuat Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal, dan Neraca.
a. Laporan Rugi Laba:

Latihan Soal Laporan Keuangan 1 b. Laporan Perubahan Modal:

Latihan Soal Laporan Keuangan 2 c. Neraca:

Latihan Soal Laporan Keuangan 3 2. Membuat Jurnal Penyesuaian:

Latihan Soal Laporan Keuangan 4 Cobalah mengerjakan sendiri penyelesaian latihan soal laporan keuangan ini, kemudian cocokan hasilnya dengan hasil penyelesaian di atas. Jika hasilnya sama, berarti anda berhasil.
Read More --►

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan

Apabila ayat-ayat jurnal penyesuaian telah dibukukan ke buku besar maka sejumlah rekening di buku besar akan berubah saldonya, bahkan kemungkinan juga akan muncul rekening-rekening baru yang sebelumnya tidak ada dalam neraca saldo. Mari kita mengingat kembali bahwa salah satu dari tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Neraca Saldo Setelah Disesuaikan Kolom ini menunjukkan neraca saldo setelah disesuaikan dengan jurnal penyesuaian. Saldonya sudah mencerminkan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Angka-angka dalam kolom ini diperoleh dengan jalan menambah atau mengurangkan angka-angka yang terdapat dalam kolom neraca saldo dengan kolom jurnal penyesuaian. Saldo rekening pada neraca saldo yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian dapat langsung dipindahkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan (adjusted trial balance). Contoh dari rekening yang tidak terpengaruh dengan jurnal penyesuaian adalah rekening kas.

Rekening-rekening dalam neraca saldo yang dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian harus ditambah atau dikurangi dengan jurnal penyesuaian tersebut untuk memperoleh saldo disesuaikan. Rekening Perlengkapan misalnya, dalam neraca saldo Perlengkapan bersaldo debet Rp 1.300,00 sedangkan dalam kolom jurnal penyesuaian dikredit Rp 1.125,00 maka di dalam neraca saldo disesuaikan rekening Perlengkapan menjadi bersaldo Rp 175,00 ( Rp 1.300,00 - Rp 1.125,00).

Perlu diperhatikan juga bahwa tidak hanya rekening yang telah ada dalam kolom neraca saldo saja yang dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, tetapi penambahan rekening-rekening baru akibat dari jurnal penyesuaian juga dipindahkan dalam kolom neraca saldo disesuaikan.
Neraca saldo setelah disesuaikan dapat disusun langsung dari buku besar setelah data penyesuaian dibukukan di dalamnya. Cara lain juga dapat dilakukan yaitu dengan membuat suatu kertas kerja yang terdiri dari 3 pasang kolom, kolom (1) untuk neraca saldo sebelum disesuaikan, kolom (2) untuk jurnal penyesuaian, dan kolom (3) untuk neraca saldo setelah disesuaikan.

Dengan menggunakan data akurat yang tersedia dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan maka penyusunan laporan keuangan dapat dikerjakan dan akan menghasilkan laporan keuangan yang akurat pula.

Catatan:
  • Jika dalam kolom neraca saldo rekening bersaldo debet, dalam kolom jurnal penyesuaian juga didebet, maka tinggal dijumlahkan.
  • Jika dalam kolom neraca saldo rekening bersaldo kredit, dalam kolom jurnal penyesuaian juga dikredit, maka tinggal dijumlahkan.
  • Jika dalam kolom neraca saldo rekening bersaldo debet, sedangkan dalam kolom jurnal penyesuaian dikredit, maka debet dan kreditnya harus diselisihkan (dikurangkan).
  • Jika dalam kolom neraca saldo rekening bersaldo kredit, sedangkan dalam kolom jurnal penyesuaian didebet, maka kredit dan debetnya harus diselisihkan (dikurangkan).
Read More --►